Menghidupi tahun baru dengan iman dan pengharapan (Yeremia 29:11)
By: Pdm. Agustinus Samalle.
Sebelum kita belajar Firman Tuhan hari ini, mari kita syukuri penyertaan Tuhan telah membawa kita mengawali 2025 ini dengan sehat dan bersukacita. Jika Tuhan memberikan kita kesempatan menjalani hidup di awal 2025 ini, itu artinya Tuhan masih mau berkarya lewat kehidupan kita. Di awal tahun ini, kita akan belajar dari nabi yaitu nabi Yeremia. Nabi Yeremia menyampaikan pesan kepada orang-orang buangan di Babal melaui surat Yeremia (Yeremia 29:11). Surat ini berisi pesan penting bagi orang-orang buangan, yaitu: (1) Menerima situasi mereka, (2) Membangun kehidupan di Babel, (3) Tidak tertipu oleh nabi-nabi palsu, (4) Mengharapkan janji Tuhan untuk memulihkan mereka dan membawa mereka kembali ke Yerusalem. Yeremia merupakan salah satu nabi yang tidak hanya menyampaikan nubuat atas orang-orang Yehuda, tetapi ia juga mengalami apa yang ia sampaikan. Dia juga salah satu nabi yang masa pelayanannya cukup panjang. Jadi Yeremua menubuatkan bagi orang-orang buangan di Babel, namun ia ikut berproses didalamnya. Di awal 2025 ini kita mau memegang 3 hal, yaitu: (1) Mempercayai rancangan Tuhan untuk masa depan, (2) Melepaskan yang lama dan menantikan yang baru, (3) Hidup dengan pengharapan yang penuh sukacita. Tahun sudah berganti, jika kita masih melakukan dosan yang sama, gaya hidup yang jauh dari apa yang Tuhan mau, atau bahkan tidak melakukan kehendak Allah dalam kehidupan kita, maka tahun 2025 tidak akan berarti apa-apa, semua akan sia-sia, hanya tahun yang berganti, tetapi iman dan pengharapan kita tidak diperbaharui. Iman dan pengharapan harus dihidupkan kembali, memelihara iman dan terus berpengharapan kepada Tuhan apapun kondisinya adalah kunci agar 2025 kita mendapatkan kemenangan demi kemenganan. Kita tidak hidup lagi sesuai dengan maunya kita, tetapi seturut kehendak Tuhan.
Ada beberapa contoh Iman yang kita bisa pelajari sebagai orang percaya.
1. Iman Eliezar (Kejadan 24:12)
Eliezar yang berdoa bersungguh-sungguh kepada Tuhan dengan penuh iman atas mandat Abraham untuk mencari istri untuk anaknya Ishak.
2. Iman Perwira Kapernaum (Lukas 7:9)
Perwira di Kapernaum yang memiliki iman demi kesembuhan hambanya. Tuhan memandang iman perwira Kapernaum itu sebagai sebuah langkah yang tidak biasa, yaitu meminta Yesus menyembuhkan bawahannya.
3. Iman Perempuan Kanaan (Matius 15:28)
Seorang perempuan Kanaan yang merendahkan diri agar mendapat belas kasihan dari Yesus. Dia beriman agar anak perempuannya yang kerasukan setan sembuh.
Dari ketiga contoh di atas kita dapat melihat bahwa Iman memberikan kita keyakinan bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari kita yang menuntun hidup kita.
Selain memiliki iman yang teguh, kita juga harus memiliki pengharapan yang kuat. Pengharapan yang harus kita miliki sebagai orang percaya, antara lain:
1. Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, (Mazmur 33:18)
Nas diatas menjelaskan bahwa kita sebagai orang percaya, harus memiliki pengharapan di dalan Tuhan, karena TUHAN turut bekerja dalam setiap apapun yang kita lakukan, “mata TUHAN tertuju”. Jangan takut, ketika kita hidup dengan takut akan Tuhan, Dia akan menyertai kehidupan kita.
2. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku. (Mazmur 42:6)
Nas diatas mejelaskan Allah adalah satu-satunya penolong. Dalam setiap kondisi, Dia setia, tidak perlu khawatir akan hari esok. Yang harus kita lakukan adalah mensyukuri apa yang sudah Tuhan beri dan berpengharapan sepenuhnya kepada Tuhan akan hari esok.
3. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12)
Didalam pengharapan kepada Tuhan ada sukacita, teruslah berharap kepada Tuhan, baik atau tidak baik keadaan kita. Tuhan melihat kesungguhan hati kita.
Mari kita menghidupi tahun ini dengan iman dan pengharapan kepada Tuhan, berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan:
1. Mempercayai Rancangan Tuhan untuk Masa Depan (Amsal 18:20-21)
Tahun yang baru seringkali membawa ketidakpastian, tetapi Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan memiliki rancangan yang baik bagi hidup kita. Rancangan Tuhan adalah damai sejahtera dan penuh pengharapan. Kita mungkin tidak tahu semua detailnya, tetapi kita tahu bahwa Tuhan setia.
2. Melepaskan yang Lama dan Menantikan yang Baru (Filipi 3:13
Tahun baru adalah kesempatan untuk melepaskan kegagalan, kekecewaan, dan dosa yang membelenggu kita. Fokuslah pada hal-hal yang membawa kita lebih dekat kepada Tuhan dan pada panggilan-Nya
3. Hidup dengan Pengharapan dan Sukacita (Roma 15:13)
Pengharapan kita tidak didasarkan pada situasi dunia, tetapi pada janji Tuhan yang tidak pernah berubah. Sukacita dalam Tuhan menjadi kekuatan kita untuk menghadapi tahun ini dengan penuh semangat.
Tahun yang baru adalah anugerah dari Tuhan. Masuki tahun ini dengan hati yang penuh iman, harapan, dan ucapan syukur. Percayalah bahwa Tuhan berjalan bersama kita di setiap langkah. Serahkanlah segala rencana dan impian kita ke dalam tangan-Nya, sebab rancangan-Nya lebih baik dari yang kita pikirkan. Tidak ada yang menjamin 2025 kita pasti mendapatkan apa yang kita mau, tetapi ketika kita mengandalkan Tuhan, kita pasti mendapatkan yang terbaik
Untuk mendengarkan video selengkapnya silahkan klik link berikut https://youtu.be/no3oU6PBJCg