Ibadah Minggu, 19 Januari 2025 (Pdp. Nigel Tuegeh, M.Th)
Immeasureable Love (Efesus 3:18-19)
Saudara yang terkasih, kembali mengingatkan bahwa tema tahunan kita di 2025 adalah Bertumbuh dalam Kasih Kristus. Jadi sepanjang tahun kita akan secara tuntas membahas tentang pertumbuhan dalam Kasih Kristus. Dan pada bulan Januari ini kita akan belajar “Mengenal Kasih Kristus”. Kita akan belajar bagaimana Kasih Kristus lewat perbuatan-perbuatanNya dalam kehidupan ini.
Mari kita baca Efesus 3:18-19 “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Bagian pertama ayat tersebut mencatat itu adalah Doa Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus dimana kita diajak untuk memahami kasih Kristus yang lebar, tinggi, panjang, dan dalam.
Kita akan mempelajari dari keempat dimensi kasih Kristus tersebut, namun sebelumnya kita harus memahami konteks dari kasih Kristus itu sendiri. Seperti contoh ketika guru mengatakan 1 + 1 = 6.000, hal itu bisa benar jika konteksnya adalah harga pulpen, dan bisa salah jika konteksnya adalah bilangan. Konteks ini membantu kita untuk memahami lebih mudah bagaimana kasih Allah yang tidak terukur, melalui konteks yang tercatat pada Efesus 1:13, 2:4-5, 16, 5:2. Injil Keselamatan à Salib Kristus. Ini secara langsung membuat kita mengingat kasih Allah yang tak terukur itu melalui kesaksian Rasul Yohanes, dalam Yohanes 3:16. Jadi Kasih yang lebar, tinggi, panjang, dan dalam itu mengarah kepada Kasih Yesus di kayu Salib.
Lebar
Kasih Kristus melampaui segala batas yang pernah diketahui manusia.
Kasih Kristus melampaui batas-batas etnis (suku). Kasih Kristus melampaui batas strata sosial, pendidikan, bahkan kasih Kristus diberikan bagi orang yang jahat sekalipun. Dengan kata lain, kasih Kristus tidak memandang muka (Yakobus 2:8-9)
Panjang
Kasih Kristus sudah ditunjukan sejak dunia dijadikan.
Sejak zaman Patriak, nabi-nabi, raja-raja, sepanjang zaman Perjanjian Lama…
Masa keselamatan itu dinyatakan melalui Tuhan Yesus yang lahir di muka bumi dan sepanjang zaman Perjanjian Baru (para Rasul, murid dari Rasul-rasul)…
Zaman bapa-bapa gereja, sampai pada masa kini, bahkan sampai ke masa yang akan datang… (Mazmur 100:5)
Tinggi
Kasih Kristus melebihi segala pengetahuan dan melebihi segala hikmat.
Tidak ada satu hikmat atau pengetahuan di muka bumi ini mampu memprediksi, bahwa Bapa di surga mengutus Anak-Nya yang Tunggal sebagai korban penebusan atas manusia.
Dalam
Melalui salib Kristus kita melihat bahwa kasih Allah mampu menjangkau kedalaman jurang maut sekalipun.
Tuhan Yesus Kristus turun ke jurang maut yang paling dalam demi keselamatan kita dan hanya Tuhan Yesus-lah yang memegang kunci alam maut.
Bagian yang kedua dari doa Rasul Paulus adalah “… dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melebihi segala pengetahuan, sehingga…” Pengenalan akan kasih Kristus yang dimaksud Rasul Paulus, adalah pengenalan melalui pengalaman secara pribadi. Pengenalan bukan hanya sebatas tahu saja, namun harus disertai pengalaman pribadi yang bisa dirasakan. Tujuan pengenalan itu adalah supaya kita dipenuhi oleh kepenuhan Kristus yang ditandai dengan mengalami berkat rohani, yaitu memiliki iman, pengharapan dan kasih kepada Tuhan Yesus. Lalu, bagaimana dikatakan seorang yang sudah mengalami kasih Kristus yang tak terukur tersebut? 1) Memiliki kesadaran akan dosa dan kebutuhan untuk bertobat. Pertobatan itu bukan hanya meninggalkan dosa, tetapi berbalik dari dosa dan melakukan sesuai dengan kehendak Allah, 2) mengucap syukur ketika berada dalam pergumulan/ujian iman. Karena kita percaya Tuhan tidak hanya menyediakan sesuatu yang baik saja, namun memberikan ujian untuk membuktikan apakah kita tetap memiliki iman atau tidak ketika dalam masa pergumulan, 3) Memiliki komitmen untuk mengasihi orang lain. Bukan hanya berkata aku mengasihi sesame, tetapi juga menunjukkan perbuatan yang mengasihi tanpa mengharapkan balasan dari orang yang kita kasihi. Untuk itu mari kita menyatakan kasih Kristus kepada orang – orang disekitar kita, seperti dalam hubungan suami-istri, anak-orangtua, dan sesama kita di lingkungan masyarakat, tempat kerja dan dimanapun kita berada.
Untuk mendengarkan khotbah secara lengkap, silahkan klik tautan berikut https://youtube.com/live/r-yulvAzNaQ?feature=share