Ibadah Minggu, 2 Maret 2025 (Pdm Agustinus Samalle)
Kasih Kepada Sesama (Matius 22:37-39)
Kita sudah memasuki bulan Maret dimana kita masih mempelajari tentang Kasih. Tema bulan Maret ini adalah “Kasih Kepada Sesama”. Matius 22:37-39 “menuliskan 37″Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Sebelum kita berbicara mengenai kasih kepada sesama, kita akan belajar konteks yang ada di Matius 22, ada enam golongan orang dikehidupan orang Israel sebelem Yesus datang, yaitu (1) Golongan Saduki, adalah golongan yang hanya menerima kelima buku dari perjanjian lama (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan) atau yang biasa disebut Pentatuk. Mereka menolak adanya kebangkitan dari kematian; (2) Golongan Farisi, adalah golongan yang memperjuangkan pengetahuan yang mendasar tentang Hukum Taurat dan tradisi nenek moyang agama Yahudi. Mereka menuntut penafsiran yang paling keras, terutama tentang soal-soal yang berhubungan dengan Sabat, kebersihan/kekudusan, dan yang berkaitan dengan soal persepuluhan; (3) Golongan Zelot, adalah golongan dalam masyarakat Yahudi yang siap mengangkat senjata melawan kekuatan Roma yang menjajah Palestina; (4) Golongan Eseni, adalah golongan yang mempunyai ciri yang khas karena hidup selibat, meninggalkan harta-milik maupun perdagangan, melakukan pertanian, mempertahankan perintah Sabat dengan keras, mengadakan pembersihan-pembersihan ritual. Mereka tidak melakukan persembahan kurban binatang, meski unsur-unsur utama dari ajaran mereka itu Yahudi, namun nampaknya dicampuri dengan pengaruh-pengaruh asing; (5) Golongan Herodian, adalah golongan politikus pendukung pemerintahan Raja Herodes; (6) Orang Samaria, adalah mereka adalah bagian dari bangsa Yahudi, tetapi orang Yahudi tidak menerima mereka sebagai orang Yahudi murni sebab di antara mereka telah terjadi kawin campur dengan bangsa lain. Namun dalam Alkitab, kita menemukan perumpamaan orang Samaria yang baik hati. Sekalipun mereka tidak dianggap sebagai bagian orang Yahudi, mereka melakukan kasih kepada sesama manusia. Itulah yang Yesus mau ketika kita mengasihi sesama, tidak memandang siapapun yang kita kasihi.
Matius 22:37-39, Menjelaskan bahwa Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama adalah dua perintah yang tidak terpisahkan dan merupakan dasar dari seluruh ajaran kitab suci Alkitab. Maka sudah selayak dan sepantasnya kita sebagai orang percaya/mengasihi Allah, juga mengasihi sesama. Matius 9:11 “Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa”; Lukas 18:9 “Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:” Yesus tidak memandang status manusia dalam mengasihi. Yesus mengasihi orang-orang berdosa dan yang dipandang orang rendah. Alasan kita mengasihi sesama karena itu merupakan perintah Tuhan Yesus seperti yang tertulis di Yohanes 15:12 “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Tidak ada alasan kita untuk tidak mengasihi.
Lalu, bagaimana cara kita mengasihi sesama? Ada beberapa hal yang kita perhatikan.
1. Kasih kepada Sesama adalah Perintah Tuhan (Matius 22:39)’
Kasih bukan pilihan, tetapi perintah dari Tuhan.
Kita tidak boleh memilih-milih siapa yang kita kasihi; kasih harus diberikan kepada semua orang, termasuk yang sulit dikasihi.
2. Kasih Tidak Hanya dalam Perkataan tetapi dalam Perbuatan (1 Yohanes 3:18)
Kasih sejati dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan hanya dengan kata-kata.
Kasih sejati tidak terbatas pada orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada orang asing atau bahkan musuh.
3. Kasih Membawa Berkat dan Kesaksian bagi Dunia (Matius 5:16)
Ketika kita hidup dalam kasih, orang lain akan melihat dan memuliakan Tuhan.
Kasih membuat dunia melihat bahwa kita adalah murid Yesus (Yohanes 13:35).
Kasih kepada sesama tidak hanya memberkati orang lain, tetapi juga membawa berkat bagi diri kita sendiri.
Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih. Kasih bukan sekadar perasaan semata, tetapi sebuah tindakan nyata yang harus kita lakukan setiap hari.
Untuk mendengarkan khutbah secara lengkap, silahkan klik tautan berikut https://www.youtube.com/live/SeEjZJIJuwQ?si=EbOJ2fdfTeGHW8dZ