Ibadah Minggu, 26 Januari 2025 (Pdp. Nigel Tuegeh, M.Th)
Jangan Lupakan Kasih dan KemurahanNya (Mazmur 103:2)
Mari kita kita buka Alkitab di Mazmur 103:1-5. Ayat yang akan kita dalami yaitu pada ayat yang ketiga “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”. Pada ayat 1 sampai ayat 5, Daud sedang berbicara kepada dirinya sendiri. “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, jika dalam Bahasa Ibrani ‘nefesh’ memiliki arti segenap diri/raga, segenap batin, atau semua yang ada. Daud menekankan dalam memuji Tuhan haruslah berasal dari keinginan, hasrat, semangat diri kita sendiri. Tidak ada satupun dan siapapun yang bisa mempengaruhi keputusan kita untuk memuji Tuhan. Lalu untuk apa kita harus memuji Tuhan dan tidak melupakan kasih dan kemurahanNya? Ada beberapa alas an mengapa hal itu kita harus lakukan.
1. Karena DIA yang mengampuni dan menyembuhkan kita
Jika kita membaca kitab 2 Samuel 11, disana diceritakan bagaimana Daud melakukan dosa yang sangat fatal atas prajurutnya sendiri. Daud menginginkan istri Uria dan dengan sengaja menempatkan Uria di barisan paling depan di medan perang terdahsyat agar ia terbunuh dan mengambil istrinya. Namun Allah oleh karena kasihNya menegur, menyadarkan Daud atas kesalahannya melalui nabi Natan dan Allah tetap mengampuni kesalahan Daud. Allah tidak berfokus kepada kesalahan kita, tetapi DIA fokus kepada pribadi kita sebagai ciptaanNya.
Maka dari itu, jadikan kasih pengampunan Allah menjadi alasan bagi kita untuk tetap semangat memuji Tuhan dan rindu dating kehadiratNya. Dalam Lukas 17:11-19 ada kisah 10 orang kusta yang datang kepada Tuhan Yesus dan meminta Tuhan Yesus menyembuhkan mereka. Pada ayat 14 Yesus berkata kepada mereka “Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.” Ini adalah sebuah perintah yang tidak masuk akal, karena 10 orang kusta tersebut ingin mendapat kesembuhan, tetapi diminta untuk menghadap imam, dimana pada saat itu hanya orang-orang yang sudah tahir dari sakit kusta yang boleh menghadap imam agar tercatat sebagai orang yang tahir. Namun itu adalah perkataan Tuhan Yesus yang menunjukkan kesembuhan sakit fisik lebih kecil daripada kesembuhan dari penyakit yang diakibatkan oleh dosa. 10 orang kusta tersebut dengan iman datang kapada para imam walapun pada saat datang kepada Tuhan Yesus mereka belum tahir. Tetapi ditengah perjalanan mereka menjadi tahir. Ada banyak yang menyebabkan kita terjangkit penyakit yang disebabkan oleh dosa, seperti sakit hari, dendam, kemarahan, geram, iri hati, dengki, hawa nafsu, kesombingan, ketamakan, kepahitan, luka masa lalu, dan lain sebagainya. Dari banyaknya penyakit dosa tersebut, hanya satu yang menjadi jawabannya yaitu keselamatan dari Allah. Tidak ada yang mempu menyembuhkan penyakit dosa selain karya keselamatan Tuhan Yesus di kayu salib. Oleh karena itu kita perlu mengingat pengorbanan Tuhan Yesus sebagai alasan kuat kita untuk datang menyembah Tuhan. Tanda orang yang tidak melupakan kebaikan Tuhan adalah memiliki kebiasaan datang berterima kasih kepada Tuhan, bukan hanya karena diberkati secara jasmani, terlebih karena dosa kita sudah diampuni (Lukas 15:20-22).
2. Karena DIA yang menebus kita dari kematian/bahaya dan memberikan kasih setia dan rahmat
Orang bisa terancam nyawanya bukan hanya oleh kejahatan-kejahatannya, atau penyakit-penyakitnya, tetapi juga oleh kekuatan musuh-musuhnya. Karena itu, dalam hal ini pun kita mengalami kebaikan ilahi: Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur (ay. 4), dari si pembinasa, dari neraka (demikian menurut terjemahan bahasa Aram), dari kematian kedua. Pembebasan nyawa itu mahal harganya. Kita tidak dapat membayarnya, dan oleh sebab itu semakin kita berutang budi pada anugerah ilahi yang telah mengerjakannya, kepada Dia yang telah mendapat kelepasan yang kekal bagi kita (Ayub 33:24, 28). “la bukan saja
telah menyelamatkanmu dari maut dan kehancuran, tetapi juga telah membuatmu benar-benar berbahagia seutuhnya, dengan kehormatan, kesenangan, dan umur panjang.” Dalam keseharian kita, Tuhan turut bekerja. Ketika kita berangkat dan pulang bekerja, anak-anak yang dirumah selama kita bekerja, semua dalam lindungan Tuhan. Maka dari itu mari kita syukuri apa yang sudah Tuhan perbuat kepada kita. Tanda orang yang mengingat kasih Allah adalah mereka yang mendahulukan Tuhan dalam segala sesuatu, memberikan seluruh hidup untuk dipakai oleh Tuhan menjadi berkat bagi orang lain dimana Tuhan tempatkan, serta mampu berkorban bagi orang lain. (Roma 12:1-21)
3. Karena DIA yang memuaskan kita dengan kebaikan dan kemurahan.
Kepuasan apa yang dicari orang hari-hari ini? Hanya kebaikan dan anugerah Allah yang mampu memuaskan hasrat manusia. Karena kepuasan yang sejati hanya di dapat ketika kita datang mencari wajah Tuhan serta tinggal di dalam Tuhan. Tanda orang yang tidak melupakan kasih dan kemurahan Tuhan adalah mampu merasa puas dengan apa yang ada, sehingga perkataannya pun penuh kasih dan selalu memberkati orang lain. (1 Timotius 6:7-8)
Maka dari itu, dalam setiap perjalanan hidup kita, marilah kita bersyukur atas apa yang sudah Tuhan izinkan datang kepada kita, Tuhan tidak hanya memberikan semua yang baik saja, tetapi Dia juga memberikan ujian-ujian untuk menunjukkan apakah kita tetap beriman kepada Yesus atau tidak. Satu hal yang harus kita percaya adalah apapun yang Tuhan izinkan menimpa hisup kita, semua pasti mendatangkan kebaikan, bukan kecelakaan.
Untuk Mendengarkan khotbah secara lengkap, silahkan klik link berikut https://www.youtube.com/live/9ZxfqLLFsWg