Sang Raja Damai (Yesaya 9:5)
By: Pdp. Nigel Tuegeh, M.Th.
Minggu ini adalah Minggu terakhir kita beribadah di tahun 2024, pesan yang akan kita terima di penghujung tahun ini adalah mau menekankan bahwa lahirnya Yesus di dunia ini adalah menjadi Sang Raja Damai, seperti apa yang ditulis di Yesaya 9:5 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Yesus yang disebut Mesias menjadi satu-satunya harapan bagi umat manusia, untuk kelepasan dari kematian karena dosa. Seperti apa yang sudah disampaikan minggu-minggu sebelumnya, bahwa Tuhan Yesus dating untuk merekonsiliasi hubungan Allah Bapa dengan manusia yang sudah jatuh kedalam kotaornya dosa. Di dalam nubuatan tentang kelahiran Mesias yang tercatat dalam Yesaya 9:5 ini kita akan belajar bagaimana karakter Yesus. Ada empat yang akan kita pelajari yaitu, (1) Penasehat Ajaib, (2) Allah yang Perkasa, (3) Bapa yang Kekal, dan (3) Raja Damai.
1. Penasehat Ajaib
Di dalam dunia yang sudah rusak oleh dosa ini, ditengah keadaan manusia yang kehilangan arah, dalam ketidakmampuan manusia dalam memahami kehidupan yang begitu rumit dan kompleks ini, manusia membutuhkan Penasehat Ajaib. Hal ini merujuk kepada kehadiran Tuhan Yesus di dunia. Sang Penasehat Ajaib akan menasehati kita dengan hikmat-Nya yang sempurna dan luar biasa itu, sehingga kita dapat menjalani kehidupan sesuai dengan kebenaran-Nya. Dalam kelemahan kita, kita memerlukan mentor/konselor yang dapat menuntun kita menghadapi pergumulan hidup, mengambil keputusan dengan bijaksana. Semasa hidupnya, Yesus menjadi sosok yang bijaksana, berhikmat, dan menjadi mentor yang sangat dahsyat.
2. Allah yang Perkasa
Dalam bahasa Ibrani, Allah yang Perkasa disebut El-Gibbor. Ini menyatakan kehebatan Allah sebagai satu-satunya yang dapat melaksanakan segala hal dengan luar biasa. Yang terutama ialah dengan menebus dosa manusia diatas Kayu Salib. Semua dilakukan-Nya sempurna, karena Ia adalah Allah yang Perkasa. Dalam kehidupan kita, Allah yang Perkasa yang akan membela kita, menjaga kita, melindungi kita. Tugas kita adalah menjadi percaya bahwa Yesus adalah Allah yang sanggup mengubahkan kehidupan, memulihkan keadaan, bahkan menjawab setiap doa yang kita panjatkan kepadaNya. Dan bahkan kita menjadi saksi bagaimana Allah bekerja untuk kehidupan kita. Tidak perlu khawatir atau takut, Dia sudah menyediakan yang terbaik, lebih dari apa yang kita pikirkan di tahun-tahun kedepan.
3. Bapa yang Kekal
Istilah ini bukan mengaburkan makna “Sang Anak” tetapi untuk menyatakan bahwa IA adalah bapa/Sumber kekekalan. Sama halnya dengan bapa orang beriman, bapa bagi orang miskin, bapa segala pendusta, dll. Kata Bapa disini bukan sebagai kedudukan dimana Yesus disebut Bapa, melainkan Bapa yang dimaksud adalah Yesus adalah kekelalan itu sendiri dan menjadi sumber kekekalan. Ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah Pencipta, sumber, dari kekekalan itu. Tidak ada seorang pun dapat menemukan kekekalan, bila ia tidak menerima Sang Bapa kekekekalan, Tuhan Yesus Kristus. Inilah yang menjadi jaminan kita orang yang percaya kepada Yesus Kristus, bahwa kita memiliki hidup kekal di dalam Dia, dan dijamin dengan darah-Nya yang tercurah diatas Golgota.
4. Raja Damai
Tuhan Yesus menjadi Raja Damai karena Dia adalah satu-satunya cara untuk memperdamaikan Allah dengan manusia, tidak ada yang cara lain. Yesus menjadi pendamai bukan hanya antara Allah dengan manusia, namun menjadi pendamai bagi sesame manusia. Dia juga menjadi penebus, pemulih, serta membawa kedamaian sejati yang tidak bisa ditemukan dimanapun dimuka bumi ini. Damai yang kita bicarakan secara lebih jelas berbicara tentang pemulihan hubungan Allah dengan manusia oleh darah yang tercurah lewat kematian Yesus di Kayu Salib. (Kolose 1:20,23; Roma 5:1).
Apakah hari ini kita sudah merasakan kedamaian tersebut? Atau lebih spesifik lagi, apakah Sang Raja Damai itu sudah lahir di hati kita dan menjadi penguasa kehidupan kita? Jika sudah, mari kita terus membiarkan Tuhan Yesus Sang Raja Damai bekerja dalam kehidupan kita. Jika belum mari kita mulai dengan pertobatan. Pertobatan sejati yang tidak hanya dengan sadar berhenti dari perbuatan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, melainkan melakukan sesuai dengan kehendakNya. Natal yang kita rayakan di bulan Desember ini seharusnya membawa kita kepada pertobatan yang akan membawa pesan kedamaian sejati untuk menjadi bagian kita. Terpujilah Allah yang senantiasa menyertai kita sampai penghujung minggu di tahun 2024, kita sambut 2025 dengan penuh damai dan sukacita.
Jika ingin mendengarkan secara lengkap silahkan klik link berikut https://youtu.be/5lusqkTOE8I