Yesus Kristus adalah kasih Allah untuk dunia (Yohanes 3:13-17)
By: Vektorius Telaumbanua, M.Th.
Bulan ini adalah bulan dimana hampir semua orang Kristen memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Natal seharusnya identik dengan Tuhan Yesus Kristus, namun bukan hanya di bulan Desember kita mengingat Yesus Kristus, tetapi harus setiap hari. Hadiah Natal yang paling besar adalah lahirnya Yesus kedunia. Hal tersebut adalah inisiatif dari Allah Bapa untuk memulihkan (rekonsiliasi) hubungan Allah dengan manusia. Maka Allah mengambil rupa sebagai seorang Manusia agar setara dengan ciptaanNya. Allah bisa saja menjadikan benda-benda mati sebagai penebus dosa manusia, tetapi itu tidak sepadan. Karena Allah menginginkan hubunganNya pulih dengan manusia ciptaanNya, maka haruslah Manusia juga yang menjadi Penebus agar setara. Natal seharusnya menjadi momen kita kembali kepada kasih Allah, bukan hanya sekedar perayaan rutin setiap tahun, tetapi menghasilkan perubahan.
Mari kita membaca Alkitab dari Yohanes 3:13-17. Dunia ini penuh dengan dosa dan kehilangan arah karena manusia telah jatuh dari hubungan yang benar dengan Allah. Namun, ditengah kebinasaan ini, Allah mengungkapkan kasih-Nya yang luar biasa melalui Yesus Kristus. Mari kita lihat bagaimana Allah ingin hubunganNya dengan manusia dipulihkan. Dalam Yohanes 3:13 dituliskan bahwa Yesus yang mengambil rupa sebagai manusia adalah utusan dari Surga. Artinya hanya yang berasal dari Surgalah yang bisa membawa kembali ciptaanNya kembali ke Surga. Yesus memiliki tanggungjawab yang besar dan menjadi manusia seutuhnya. Yesus dating untuk mengajar, dan melakukan apa yang Allah kehendaki (Yohanes 5:36). Yesus hidup di dunia dan merasakan apa yang manusia rasakan. Ia tidak menggunakan otoritasnya sebagai Allah untuk mempermudah tanggungjawabnya di dunia. Maka dari itu Yesus adalah satu-satunya teladan yang sempurna untuk kita teladani. Yohanes 14:6 mencatat bahwa Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada yang lain yang bisa sampai kepada Allah Bapa selain Yesus. Dalam Yohanes 3:14-15 tertulis bahwa puncak Kasih Allah adalah dimana Allah Bapa menjadikan Yesus sebagai korban, mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Segala kesalahan, penyakit, kesengsaraan, penderitaan, dan hukuman ditanggung oleh Yesus yang tidak berdosa (Yesaya 53:4-5; Matius 8:17). Kematian Yesus terjadi agar manusia dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5:21). Kematian Yesus bukan hanya bagi orang-orang tertentu, namun bagi semua orang (dunia) (Yohanes 3:16). Tidak ada batasan manusia untuk menerima kasih Allah lewat kematian Yesus di kayu salib (Efesus 3:18). Yang harus kita lakukan sekarang adalah percaya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus dan memiliki sikap tahut akan Allah (Mazmur 103:11). Yohanes 3:17 menuliskan bahwa tujuan kedatangan Yesus (lahir, hidup, sampai mati) adalah untuk menebus dosa manusia dan menyelamatkannya (Matius 1:21), memulihkan hubungan antara Allah Bapa dengan manusia (Luk 19:19), dan memberikan hidup yang penuh arti serta kekekalan bagi semua orang yang percaya kepadaNya.
Karena kasih Allah yang begitu besar bagi dunia ini, yang rela mangorbankan Yesus sebagai penebus manusia, hidup menderita dan mati di kayu salib, sekalipun Dia tidak berdosa, mari kita terima Yesus dengan segenap hati, pikiran dan jiwa kita. Hanya Tuhan Yesus Kristus yang layak kita tinggikan dan muliakan di muka bumi ini. Maka dimomen peringatan Natal ini, mari kita jadikan Tuhan Yesus yang memimpin kehidupan kita, dalam bermasyarakat, bekerja, dan kehidupan berkeluarga. Terpujilah Tuhan sekarang dan selama-lamanya.
Jika ingin mendengarkan secara lengkap silahkan klik link berikut https://youtube.com/live/CWSfseAaGCM?feature=share