Hidup dalam hadiratNya (Kejadian 1 dan 2)
By : Pdm. Agustinus Samalle.
Setelah kita belajar tentang buah-buah Roh dan aplikasinya dalam kehidupan kita, kali ini kita akan belajar untuk hidup dalam hadirat Tuhan. Menurut KBBI kata hadirat memiliki arti “hadapan”, contohnya: dengan tenang ia menghadap ke’hadirat’ Tuhan. Hidup dalam hadirat Tuhan berarti menjalani kehidupan dengan kesadaran penuh akan kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita. Ini adalah sikap hati dan pola hidup yang selalu berpusat pada Tuhan, di mana kita mengakui kehadiranNya, mengandalkanNya, dan menyerahkan segala sesuatu kepadaNya. Dalam bahasa Ibrani, pengertian hadirat Tuhan sering kali diungkapkan dengan istilah “פָּנִים” (panim), yang secara harfiah berarti wajah. Istilah ini sering digunakan dalam konteks Alkitabiah untuk menggambarkan kehadiran atau manifestasi Allah. Dalam bahasa aslinya, kata panim ini sangat sulit dipadankan dalam Bahasa Indonesia, tetapi kata yang paling mendekati arti kata panim tersebut adalah “wajah” atau “hadirat”, Alkitab pertama sekali mencatat kata panim di Kejadian 3:8.
Sebagai orang Kristen, kita harus menjalani kehidupan ini dalam hadirat Tuhan. Karena Allah Sang Pencipta menciptakan manusia dengan maksud dan tujuan untuk bersekutu dengan ciptaanNya seperti apa yang tertulis di Kejadian 2:15 “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”. Allah memberikan otoritas kepada manusia sebagai ciptaanNya yang paling mulia agar Allah dapat bersekutu dengan manusia. Tujuan persekutuan tersebut adalah agar hadiratNya hadir. Maka kita sebagai orang percaya, harus memiliki persekutuan dengan Allah untuk menikmati HadiratNya. Bagaimana kita hidup dalam hadirat Tuhan?
- Menyadari bahwa kita adalah ciptaanNya yang serupa dan segambar dengan Allah (Kejadian 1:27). Kita diciptakan oleh tangan Allah sendiri, maka seharusnya pikiran, hati dan perbuatan kita mencerminkan Allah yang menciptakan kita. Allah tahu apa yang kita perlukan dalam kehidupan ini, dia tidak membiarkan kita binasa. Orangtua pada umumnya akan mempersiapkan apa saja sebelum kelahiran anaknya, meskipun anaknya belum memiliki wujud di dunia, tetapi segala kebutuhannya dicukupkan. Jika manusia saja berbuat demikian, Tuhan akan membuat jauh lebih hebat dari itu. Maka jangan takut, Tuhan tahu segala apa yang kita butuhkan. Yang paling penting adalah kita tetapi bersekutu dengan Allah agar hadiratNya hadir dalam kehidupan kita.
- Mencukupkan apa yang ada pada kita (Kejadian 1:29). Segala sesuatu yang kita butuhkan, Tuhan maha mengetahui, bahkan sehelai rambut kita jatuh itu adalah atas izin Tuhan. Apa yang dilakukan Adam dan hawa di Taman Eden mencerminkan perilaku yang tidak bersyukur dengan apa yang sudah disediakan. Allah sudah menyediakan semua tumbuhan berbiji untuk dimakan dan melarang hanya 1 buah yang dilarang. Tetapi karena mereka tidak puas akan apa yang sudah diberikan Allah, merekapun tidak mengindahkan apa yang Tuhan perintahkan dan memakan buah yang dilarang itu.
- Taat pada FirmanNya (Kejadian 2:16). Taat pada Firman Tuhan menjadikan kita hidup dalam perlindungan kuasa Tuhan. Banyak petuah, kata-kata bijak, ataupun motivasi yang disampaikan, tetapi tidak ada satupun yang bersifat kekal. Hanya Firman Tuhan yang kekal dari dulu, sekarang dan sampai selamanya. Tuhan berbicara kepada kita adalah melalui Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan setiap hari.
Untuk merasakan hadirat Tuhan, ada beberapa hal yang kita harus lakukan, yaitu:
- Berdoa dengan sungguh-sungguh, bukan doa yang hanya seolah-olah menjadi rutinitas semata. Doa yang dimaksud adalah cara kita memiliki hubungan yang intim dengan Allah sampai kita merasakan kenyamanan dalam menyampaikan apapun kepada Allah.
- Pujian dan Penyembahan. Memiliki waktu khusus untuk memuji dan menyembah Allah juga dapat membuat kita merasakan hadirat Tuhan. Allah yang menjadi Tuhan atas hidup kita, sudah seharusnya kita menaikkan pengagungan karena tidak ada satupun yang bisa kita perbuat selain dari memuji, menyembah dan mengagungkan Dia.
- Membaca Firman Tuhan. Membiarkan Tuhan berbicara kepada kita lewat Firman Tuhan adalah cara yang terbaik juga untuk merasakan hadirat Tuhan. Tuhan tidak akan lagi berbicara kepada manusia secara langsung (audible), tetapi lewat Firman Tuhan yang kita baca, Allah menyatakan segala sesuatu yang kita harapkan. Ketika kita ingin tahu apa kehendak Tuhan bagi kita, Firman Tuhan adalah satu-satunya jawaban.
Hidup dalam hadiratNYA membawa pemulihan, kedamaian, sukacita, kekuatan, dan tujuan hidup yang sejati. Itu adalah tempat di mana kita menemukan identitas dan panggilan kita sebagai anak-anak Allah. Dengan hidup dalam hadirat-Nya, kita tidak hanya diberkati tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain.